Showing posts with label ilmu. Show all posts
Showing posts with label ilmu. Show all posts

3 KEUTAMAAN DO'A NABI YUNUS. AS

3 KEUTAMAAN DO'A NABI YUNUS. AS
      Do'a yang dibaca nabi Yunus.as disaat mengalami kesulitan di dalam perut ikan

Bismillahirrahmanirrahim.  “La ilaha illa anta, Subhanaka, inni kuntu minaz zhalimin.” 
Demikianlah doa atau zikir yang masyhur diajar dan diamalkan oleh umat Islam.
Ia bermaksud: “Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah dari pada orang-orang yang menganiaya diri sendiri.”

Doa yang baik lagi mujarab ini diucapkan oleh Nabi Yunus sebagaimana dirakamkan oleh Allah: Dan (sebutkanlah peristiwa) Zun Nun (gelaran bagi Nabi Yunus), ketika dia pergi (meninggalkan kaumnya) dalam keadaan marah, yang menyebabkan dia menyangka bahawa Kami tidak akan mengenakannya kesusahan atau cubaan; maka dia pun menyeru dalam keadaan yang gelap-gelita dengan berkata: “Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya Allah)!
Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri.” [al-Anbiya’ 21:87] Sedikit Latar belakang Kisah Nabi Yunus. Nabi Yunus bin Matta ialah salah seorang Rasul Allah [al-Shaffat 37 : 139].

Ketika diutus kepada kaumnya, beliau marah atas keengganan mereka untuk menerima dakwah tauhid yang disampaikannya. Justeru dalam keadaan marah, beliau meninggalkan kaumnya dan menaiki kapal. Sayang sekali dalam pelayaran, kapal tersebut agak sarat dengan muatan sehingga hampir tenggelam.
Para penumpang melakukan undian, siapakah yang perlu dibuang ke laut bagi meringankan bebanan kapal.

Nabi Yunus turut mengundi lalu kalah, maka beliau terpaksa terjun dari kapal itu ke lautan luas.
Di dalam lautan luas, Nabi Yunus ditelan pula oleh sebuah ikan yang besar, kemungkinan salah satu dari spesis ikan paus.
Dalam perut ikan yang gelap-gelita itulah, Nabi Yunus menyedari kesalahannya melarikan diri dari misi dakwahnya, lalu banyak berdoa dan berzikir kepada Allah dengan kalimah “La ilaha illa anta, Subhanaka, inni kuntu minaz zhalimin.” Maka dengan doa ini, Allah berfirman: “Maka Kami kabulkan permohonan doanya dan Kami selamatkan dia dari kesusahan yang menyelubunginya dan demikianlah kami selamatkan orang-orang yang beriman.” [al-Anbiya’ 21:88]

Seandainya Nabi Yunus tidak mengingati Allah dengan doa tersebut, maka Allah menyatakan: “Maka kalaulah dia bukan dari orang-orang yang sentiasa mengingati Allah, tentulah dia akan tinggal di dalam perut ikan itu hingga ke hari manusia dibangkitkan keluar dari kubur.” [al-Shaffat 37: 142-143] Apakah rahsia di sebalik doa “La ilaha illa anta, Subhanaka, inni kuntu minaz zhalimin” yang secara zahirnya seperti ringan disebut, mudah dihafal?
Bagaimana mungkin satu doa seperti ini dapat menyelematkan seseorang daripada musibah yang amat besar, sebesar ditelan oleh ikan paus? Adakah doa ini khusus untuk Nabi Yunus atau umum untuk semua umat Islam? Demikianlah beberapa rahsia dan misteri yang ingin saya kongsikan seterusnya.

Rahsia 1
Rahsia pertama, perhatikan bahawa doa ini dibuka dengan kalimah tauhid “Tiada Tuhan melainkan Allah”. Kalimah tauhid tidak sekadar bermaksud tiada tuhan yang berhak aku sembah melainkan Allah, tetapi dalam konteks ini juga bermaksud tiada tuhan yang patut aku mengadu, mengharapkan keampunan dan menghajatkan keselamatan melainkan Allah.

Pembukaan seperti ini membuktikan kemantapan dan ketulenan tauhid Nabi Yunus di mana beliau tidak mengadu, merungut dan berharap kepada sesiapa dan apa jua melainkan kepada Allah sahaja.
Ini merupakan manhaj para Rasul dan Nabi yang mesti kita ikuti. Perhatikan – sebagai contoh lain.

Sikap Nabi Ayyub ketika beliau ditimpa penyakit.
Beliau tidak mengadu kepada para doktor atau selainnya, tetapi mengadu kepada Allah sahaja: Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Ayyub, ketika dia berdoa merayu kepada Tuhannya dengan berkata: “Sesungguhnya aku ditimpa penyakit, sedang Engkaulah sahaja yang lebih mengasihani daripada segala (yang lain) yang mengasihani.” [al-Anbiya 21:83]


Rahsia 2
Seterusnya Nabi Yunus mengucapkan: “Maha Suci Engkau (ya Allah)”, bererti mensucikan Allah dari sebarang bentuk kezaliman atau penganiayaan. Lebih mendalam, Nabi Yunus menyucikan Allah bahawa apa yang menimpanya saat itu (ditelan oleh ikan paus) bukanlah merupakan satu bentuk penganiayaan oleh Allah ke atas dirinya. Penyucian ini penting ditegaskan kerana kadangkala apabila ditimpa kesusahan, kita marah atau menyalahkan Allah. Malah kita menuduh Allah sebagai konon sengaja menganiaya diri kita.
Maha Suci Allah dari menganiaya manusia, tetapi manusialah yang menganiaya diri mereka sendiri:
“Dan tiadalah Kami menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” [al-Nahl 16:118]

Rahasia ke 3
Tanpa keberatan, tanpa alasan yang berlapik-lapik, Nabi Yunus terus mengaku kesalahannya dengan berkata: “Sesungguhnya aku adalah daripada orang-orang yang menganiaya diri sendiri.” Nabi Yunus tidak terus meminta ampun kepada Allah, sebaliknya memilih cara yang lebih lembut, beradab lagi merendah diri, yakni dengan mengakui kesalahan dirinya sendiri.

Selain itu Nabi Yunus sedar bahawa kesusahan yang menimpanya saat itu, iaitu ditelan oleh ikan paus, merupakan kesan daripada kesalahan dirinya sendiri yang melarikan diri dari tugas dakwah yang Allah amanahkan kepadanya.

Merupakan sesuatu yang sedia dimaklumi bahawa salah satu faktor seseorang itu ditimpa kesusahan dan kesulitan ialah kerana dosa-dosa hasil dari kesalahan yang pernah dia lakukan sendiri.
Allah menyatakan hakikat ini: “Dan apa jua yang menimpa kamu dari sesuatu kesusahan, maka ia adalah disebabkan apa yang kamu lakukan (dari perbuatan-perbuatan yang salah dan berdosa) dan (dalam pada itu) Allah memaafkan sebahagian besar dari dosa-dosa kamu.” [al-Shura 42:30]

Demikianlah tiga rahsia di sebalik kemujaraban doa Nabi Yunus. Ia bukan sekadar ucapan yang ringan di mulut lagi mudah dihafal, tetapi ucapan yang memantapkan tauhid, mensucikan Allah dan mengakui kesalahan diri sendiri sekaligus mengisyaratkan pemohonan ampun.
Marilah kita sama-sama mengamalkannya ketika susah dan senang sambil memerhatikan rahsia-rahsia di sebaliknya.

MANFAAT DAN RAHASIA GERAKAN SHALAT BAGI KESEHATAN

MANFAAT DAN RAHASIA GERAKAN SHALAT BAGI KESEHATAN

Dalam melakukan kegiatan shalat, kita telah diajarkan oleh para Ustad -ustad beberapa gerakan shalat sesuai dengan yang di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Dibalik gerakan-gerakan shalat tersebut sesungguhnya banyak mengandung arti yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita.
Berikut ini beberapa manfaat gerakan shalat bagi kesehatan manusia:

TAKBIRATUL IHRAM.
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan.
Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh.
Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

RUKUK .
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah.
Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf.
Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah.
Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot – otot bahu hingga ke bawah.
Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I’TIDAL
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat: Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud.
Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik.
Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian.
Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak.
Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisamengalir maksimal ke otak.
Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang.
Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa – gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak.
Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy ( tahiyyat awal ) dan tawarruk ( tahiyyat akhir ). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.

Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan.
Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih ( urethra ), kelenjar kelamin pria ( prostata ) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi.
Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali.
Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ – organ gerak kita.

SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala.
Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.
BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dan dalam

4 PENYEBAB MANUSIA DI JAUHI MALAIKAT

4 PENYEBAB MANUSIA DI JAUHI MALAIKAT

Setiap hari manusia mendapat pengawasan dari malaikat yang  diutus Allah SWT.  
Makhluk yang diciptakan dari cahaya ini mencatat seluruh gerak-gerik manusia sejak bangun hingga terlelap lagi.

Tidak hanya itu, berdasarkan Hadist Nabi malaikat juga diutus bagi manusia untuk selalu mengikutinya bergiliran baik dari muka maupun belakang. 
Padahal, tidak hanya diam, namun malaikat berdoa agar manusia senantiasa mendapat ampunan dan kebaikan.

Namun ada tindakan yang membuat malaikat enggan mendekati manusia. 
Tidak hanya meninggalkan, malaikat juga melaknat serta mengutuk manusia yang dijauhi tersebut. 
Lantas, apa saja tindakan yang membuat malaikat menjauhi manusia?

1. Melaknat Para Wanita yang Menolak Keinginan Suaminya
Orang pertama yang akan dijauhi malaikat adalah seorang istri yang menolak keinginan suaminya. Seperti diketahui bahwa suami memiliki tanggung jawab yang besar terhadap istrinya. Sehingga tidak heran jika menolak perintah suami bisa membuat malaikat menjauhi manusia tersebut.

Penolakan istri terhadap perintah suami kerap kali membuat suami jengkel terhadap istri. Hal ini sebagaimana tertera dalam hadits Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam yang artinya.

“Jika suami mengajak istrinya untuk tidur bersama, sedangkan sang istri menolak, lalu pada malam itu suaminya menjadi jengkel hatinya kepada istrinya, maka para malaikat melaknat (mengutuk) istrinya hingga pagi hari.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

“Jika seorang istri meninggalkan tempat tidur suaminya, maka ia dilaknat oleh para Malaikat hingga ia kembali,”(HR. Bukhari)

2. Menjauhi Orang Junub
Malaikat juga menjauhi orang-orang yang junub. Itulah mengapa mereka yang tengah dalam hadas besar bersegera untuk mensucikan diri. Pada hakikatnya malaikat adalah makhluk Allah yang begitu suci. Sehingga sesuatu yang kotor tidak akan didekatinya.

Seperti yang diketahui, banyak sekali ibadah yang tidak diperkenankan kepada orang-orang yang memiliki hadas besar. Di antaranya
adalah shalat, memegang Al-Qur’an, membaca Al-Qur'an dan lain-lain, adalah di antara ibadah yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh mereka yang memiliki hadas besar.

“Dari Ibnu Abbas: Sesungguhnya malaikat itu tidak mendekat pada orang yang junub atau yang berlumuran dengan kesumba harum, hingga orang tersebut mandi.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Para malaikat senantiasa berdo’a untuk seseorang, selama ia masih berada di tempat shalat, (dan) selama masih belum berhadas.”

Keadaan bersih dan menjaga wudhu juga akan membuat kita cenderung untuk berbuat kebaikan. Misalnya tidak akan melakukan tindakan yang akan membatalkan wudhu seperti  menggunjing sesama, menceritaan kejelekan orang lain, dan kegiatan buruk lainnya.

3. Tidak Mau Masuk Ke Rumah yang di Dalamnya Ada Gambar atau Patung
Malaikat juga akan menjauhi orang-orang yang tinggal di rumah yang di dalamnya ada gambar dan patung. Seperti kita ketahui bahwa saat ini begitu banyak orang yang menghiasi rumahnya dengan dua asesoris tersebut.

Rasulullah SAW melarang adanya gambar di dalam rumah dan beliau melarang untuk membuat gambar.” (HR. Tirmizi no. 1749 dan beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahih)

“Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat gambar di dalamnya (yaitu gambar makhluk hidup bernyawa)”

“Gambar itu adalah kepala, jika kepalanya dihilangkan maka tidak lagi disebut gambar.” (HR. Al-Baihaqi 7/270. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 1921)

"Manusia yang paling berat azabnya di sisi Allah pada hari kiamat adalah tukang-tukang gambar/pelukis." (HR.Bukhari)

4. Tidak Mau Masuk Ke Rumah yang Terdapat Anjing
Malaikat juga akan menjauhi orang-orang yang di rumahnya terdapat anjing. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa malaikat Jibril berjanji akan mendatangi Nabi Muhammad SAW.

Namun setelah di tunggu, malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu tersebut tidak kunjung datang ke rumah Nabi. Padahal, Malaikat Jibrli merupakan makhluk Allah yang tidak pernah ingkar ketika berjanji. Ternyata ada seekor anjing yang menyelinap di bawah tempat tidur Nabi.

Lalu berkatalah beliau shalallahu ‘alaihi wassalam kepada Aisyah radiyallahu anhu (istri beliau), “Aisyah, sejak kapan anjing ini masuk kesini?” Lalu Aisyah pun menjawab, “Demi Allah, aku tidak tahu.” Kemudian Nabi Muhammad menggiring anjing itu keluar.

Tidak lama kemudian Malaikat Jbril mendatangi rumah Nabi dan Rasulullah SAW pun mempertanyakan keterlambatannya.

“Kau telah berjanji kepadaku dan aku menunggumu, tapi engkau tidak juga datang.” Lalu malaikat Jibril memberitahu Nabi Muhammad,

“Di dalam rumahmu terdapat seekor anjing, sehingga ia menghalangiku untuk masuk, karena Kami (para malaikat) tidak mau masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar (makhluk bernyawa) atau anjing. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Malaikat merupakan makhluk Allah yang mulia. Kehadirannya tidak hanya diam, namun malaikat dengan kasih sayangnya selalu memohon ampunan untuk manusia atas dosa-dosa yang dilakukan manusia.  Bunyi do’a yang disampaikan para malaikat kepada Allah adalah, “Ya Allah, ampunilah baginya, ya Allah, kasihanilah dia.” (H.R. Bukhari)

50 AKHLAK NABI MUHAMMAD YANG HARUS DIKETAHUI

.
Al-Imam Ja’far Shadiq RA berkata :
“Saya tidak ingin seseorang meninggal dunia sementara ia belum mengetahui sebagian perilaku Rasulullah Saw.”

50 AKHLAK NABI MUHAMMAD YANG HARUS DIKETAHUI

Adapun 50 akhlak Nabi Muhammad Saw yang harus kita ketahui yaitu sebagai berikut :

1. Ketika berjalan, beliau berjalan secara pelan-pelan dan wibawa.

2. Ketika berjalan, beliau tidak menyeret langkah kakinya.

3. Pandangan beliau selalu mengarah ke bawah.

4. Beliau senantiasa mengawali salam kepada siapa saja yang dilihatnya, tidak ada seorangpun yang mendahuluinya dalam mengucapkan salam.

5. Ketika menjabat tangan seseorang, beliau tidak pernah melepaskannya terlebih dahulu.

6. Beliau bergaul dengan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap orang berpikir bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang paling mulia di mata Rasulullah.

7. Bila memandang seseorang, beliau tidak memandang sinis bak pejabat pemerintah.

8. Beliau tidak pernah memelototi wajah seseorang.

9. Beliau senantiasa menggunakan tangan saat mengisyaratkan sesuatu dan tidak pernah mengisyaratkan dengan mata atau alis.

10. Beliau lebih banyak diam dan baru akan berbicara bila perlu.

11. Saat bercakap-cakap dengan seseorang, beliau mendengarkan dengan baik.

12. Senantiasa menghadap kepada orang yang berbicara dengannya.

13. Tidak pernah berdiri terlebih dahulu selama orang yang duduk bersamanya tidak ingin berdiri.

14. Tidak akan duduk dan berdiri dalam sebuah pertemuan melainkan dengan mengingat Allah.

15. Ketika masuk ke dalam sebuah pertemuan, beliau senantiasa duduk di tempat yang akhir dan dekat pintu, bukan di bagian depan.

16. Tidak menentukan satu tempat khusus untuk dirinya dan bahkan melarangnya.

17. Tidak pernah bersandar saat di hadapan masyarakat.

18. Kebanyakan duduknya menghadap kiblat.

19. Bila di hadapannya terjadi sesuatu yang tidak disukainya, beliauu senantiasa mengabaikannya.

20. Bila seseorang melakukan kesalahan, beliau tidak pernah menyampaikannya kepada orang lain.

21. Tidak pernah mencela seseorang yang mengalami kesalahan bicara.

22. Tidak pernah berdebat dan berselisih dengan siapapun.

23. Tidak pernah memotong pembicaraan orang lain kecuali bila orang tersebut bicara sia-sia dan batil.

24. Senantiasa mengulang-ulangan jawabannya atas sebuah pertanyaan agar jawabannya tidak membingungkan pendengarnya.

25. Bila mendengar ucapan yang tidak baik dari seseorang, beliau tidak mengatakan mengapa si fulan berkata demikian, tapi beliau mengatakan, bagaimana mungkin sebagian orang mengatakan demikian?”

26. Banyak bergaul dengan fakir miskin dan makan bersama mereka.

27. Menerima undangan para abdi dan budak.

28. Senantiasa menerima hadiah, meski hanya seteguk susu.

29. Melakukan silaturahmi lebih dari yang lain.

30. Senantiasa berbuat baik kepada keluarganya tapi tidak melebihkan mereka dari yang lain.

31. Senantiasa memuji dan mendukung pekerjaan yang baik dan menilai buruk dan melarang perbuatan yang jelek.

32. Senantiasa menyampaikan hal-hal yang menyebabkan kebaikan agama dan dunia masyarakat kepada mereka dan berkali-kali mengatakan, “Orang-orang yang hadir hendaknya menyampaikan segala yang didengarnya kepada orang-orang yang tidak hadir.”

33. Senantiasa menerima uzur orang-orang yang punya uzur.

34. Tidak pernah merendahkan seseorang.

35. Tidak pernah memaki atau memanggil seseorang dengan gelar yang jelek.

36. Tidak pernah mengutuk orang-orang sekitar dan familinya.

37. Tidak pernah mencari-cari aib orang lain.

38. Senantiasa menghindari kejahatan masyarakat, namun tidak pernah menghindar dari mereka dan beliau selalu bersikap baik kepada semua orang.

39. Tidak pernah mencaci masyarakat dan tidak banyak memuji mereka.

40. Senantiasa bersabar menghadapi kekurang ajaran orang lain dan membalas kejelekan mereka dengan kebaikan.

41. Selalu menjenguk orang yang sakit, meski tempat tinggalnya dipinggiran Madinah yang sangat jauh.

42. Senantiasa menanyakan kabar dan keadaan para sahabatnya.

43. Senantiasa memanggil nama sahabat-sahabatnya dengan panggilan yang terbaik.

44. Sering bermusyawarah dengan para sahabatnya dan menekankan untuk melakukannya.

45. Senantiasa duduk melingkar bersama para sahabatnya, sehingga bila ada orang yang baru datang, ia tidak bisa membedakan di antara mereka yang manakah Rasulullah.

46. Akrab dan dekat dengan para sahabatnya.

47. Beliau adalah orang yang paling setia dalam menepati janji.

48. Senantiasa memberikan sesuatu kepada fakir miskin dengan tangannya sendiri dan tidak pernah mewakilkannya kepada orang lain.

49. Bila sedang dalam shalat ada orang datang, beliau memendekkan shalatnya.

50. Bila sedang shalat ada anak kecil menangis, beliau memendekkan shalatnya.

8 KELELAHAN YANG DISUKAI ALLAH

8 KELELAHAN YANG DISUKAI ALLAH

Ada 8 kelelahan yang disukai Allah SWT dan RasulNya :
1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111)

2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)

3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)

4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14)

5. Lelah dalam mencari nafkah halal (QS. 62:10)

6. Lelah mengurus keluarga (QS. 66:6)

7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu (QS. 3:79)

8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit (QS.2:155)

Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-'aalamiin

Lelah dalam Mencari Nafkah
Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”
Rasulullah saw menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. 

Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” (Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).

Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt.”
Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.

Kelelahan Mendidik Anak
Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.

Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.
Rasulullah saw bersabda: “Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”
Semoga bermanfaat
Top of Form
Bottom of Form

MALAIKAT IZRA'IL 21 MENIT SEKALI MENJENGUK KITA

MALAIKAT IZRA'IL 21 MENIT SEKALI MENJENGUK KITA

Tahukah Anda? Ternyata Malaikat Izra’il Menziarahi Kita Setiap 21 Menit
Betapa sering malaikat maut melihat dan menatap wajah seseorang, yaitu dalam waktu 24 jam sebanyak 70 kali. 
 
Seandainya manusia sadar hakikat tersebut, niscaya dia tidak akan lupa untuk mengingat mati. Tetapi oleh karena malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikatulmaut.

Coba kita lihat » 1 hari=24 jam=1440 menit. 1440 menit/70 kali malaikat melihat kita= 20.571 menit, itu berarti Sang pencabut nyawa menziarahi kita setiap 21 menit.

Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari.  
 
Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang, didapati orang itu sedang bergelak-ketawa. 
Maka berkata Izrail: ‘Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak ketawa’.”

Seorang sahabat pernah bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling cerdas?” Rasulullah SAW menjawab: “Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.”
[HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy] .

Betapa banyak pemuda yang tertawa pada setiap hari nya. Padahal kain kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar.

KENAPA NABI KHIDIR BUKAN TERMASUK 25 NABI YANG WAJIB DIKETAHUI

kENAPA NABI KHIDIR BUKAN TERMASUK 25 NABI YANG WAJIB DIKETAHUI

Bismillah, Washshaltu Wassalamu 'ala Rasulillah, Waba'du.

Daftar 25 orang nabi dan rasul itu sebenarnya hanyalah mereka yang secara jelas namanya tercantum di dalam Al-Qur'an dan jelas-jelas disebutkan sebagai nabi. 
Sedangkan nama Khidir tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Quran. 
Bahkan di ayat itu sama sekali tidak ada keterangan yang jelas tentang statusnya sebagai nabi atau bukan.

Selain itu juga banyak tokoh baik yang namanya disebut dalam secara eksplist dalam Al-Quran, namun bukan termasuk nabi. 
Misalnya Zul-Qarnain (Al-Kahfi: 83,86,94), Thalut (Al-Baqarah: 247,249), Luqman Al-Hakim (Luqman: 12,13), Imran (Ali Imran: 33,35, 66), Maryam binti Imran yang disebutkan tidak kurang dari 31 kali dan lainnya.

Ayat Al-Quran yang berkisah tentang Nabi Musa a.s. bertemu dengan Khidhir hanya menyebutkan Khidhir sebagai seorang 'hamba dari hamba-hamba kami'. 
Sama sekali ayat itu tidak menyebut nama dan juga jabatan kenabian baginya. Silahkan simak baik-baik ayat berikut ini:

"Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami." (QS Al-Kahfi: 65)

Kalau yang dimaksud dengan hamba itu adalah Khidhir dan bahwa dia adalah seorang nabi, maka itu adalah hasil kesimpulan sebagian ulama ahli tafsir. 
Kesimpulan itu memang ada benarnya meski bukan satu-satunya versi. Sebab banyak juga yang menyimpulkan bahwa Khidhir itu hanyalah orang shalih di zamannya.

Yang jelas jumlah nabi dan rasul memang bukan hanya 25 orang saja, melainkan banyak sekali. Dalam sebuah hadits, kita mendapat informasi pasti tentang jumlah mereka.

Abu Zar bertanya kepada Rasulullah SAW, "Berapakah jumlah para nabi?" Beliau SAW menjawab, "Mereka berjumlah 124.000 orang, sebanyak 315 dari mereka adalah Rasul." (HR Ahmad dalam musnadnya dan Al-Bani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Mungkin saja dari 124.000 orang itu salah satunya adalah nabi Khidhir a.s. Tentu dengan sekian banyak dalil yang terserak di dalam sunnah serta dalil aqli lainnya.

Wallahu a'lam bishshawab.
Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.

KRIDIT PERUMAHAN AKHIRAT YUUUK

KRIDIT PERUMAHAN AKHIRAT YUUUK

PERUMAHAN MURAH DAN MEWAH
Ayo saudaraku seiman kita berbondong-bondong berusaha untuk dapat memiliki perumahan  untuk kita huni nanti di akhirat.
Segera DP sekarang juga dan ajak keluarga dan teman - temanmu ke "PT Firdaus Regency" he,he,he
Tersedia 8 Tipe lho yang bisa kita pilih sesuai harapan, diantaranya sebagai berikut :

TIPE SURGA YANG TERSEDIA
1. Jannatun FIRDAUS
2. Jannat ADN
3. Jannatul NA'IIM
4. Jannatul MA'WA
5. Jannatul DARUSSALAM
6. Jannatul DAARUL MUQOOMAH
7. Jannatul MAQOOMUL AMIN
8. Jannatul KHULDI

FASILITAS :
Sungai Susu Salsabila
Danau indah Kautsar
Pasif income bagi semua penghuni
View Tak Terbatas
Akses Masuk 8 Pintu
Taman Bermain yang luas
Buah Gratis, petik sendiri
Bonus Bidadari yang cantik
Hak milik Selamanya

SYARAT Pemesanan :
1. Taubat dan kembali pada-Nya
2. Melaksanakan kewajiban-Nya
3. Menjauhi Larangan-Nya.
4. Beriman dan bertaqwa

DP :
100% Sholat Fardlu & Sunnah.
2,5% Bayar Zakat.
100% Sedekah dan Infaq
Nilai plus bagi yang
membaca Alquran,
menuntut Ilmu,
Beramal sholeh,
menjalin silaturahmi,
Mendoakan Orang Tua,
menjaga lisan, Berdakwah,
dan rutin Puasa

SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA KARENA :
✔ Waktu sangat terbatas !
✔ Stock Hunian Tak Terbatas !
✔ Di jamin Bebas Roaming
Hotline : setiap 1/3 malam, qiyamul lail
✔ Segera Hubungi Agen terdekat kami :
✔ Seluruh Masjid, Musholla, Pondok Pesantren, dan Majlis Taklim.
✔ Informasi lebih lanjut Baca Buku Petunjuk kami di setiap Al-Quran

Rosulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda :
"Semua ummatku akan masuk Surga,kecuali yang enggan memasukinya.
Siapa yang menaatiku akan memasukinya,dan siapa yang mendurhakaikumaka dialah orang yang enggan masuk Surga."(HR. Bukhari)

Tingkatan Surga berdasarkan dalil Al Qur'an
1. Surga Firdaus
Mengenai surga firdaus ini, dalam Al Qur'an, surat Al Kahfi, ayat 107,Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menegaskan:
"sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal shaleh bagi mereka adalah 'surga firdaus menjadi tempat tinggal".
Juga penegasanya dalam Al Qur'an,
surat Al Mu'minuun, ayat 9-11.
"Dan orang-orang yang memelihara shalat:
Mereka itu adalah orang - orang yang akan mewarisi (yaitu)
yang bakal mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya".
2. Surga Adn
Surga 'Adn ini telah banyak sekali dijelaskan dalam Al Qur'an.
yaitu sebagai berikut:
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam
surat Thaaha, tepatnya ayat 76.
"(Yakni) surga 'Adn yang dibawahnya mengalir
sungai-sungai, didalamnya mereka kekal.
dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang
(dalam keaddan) bersih (saat didunianya dari berbagai dosa)".
Firman-nya lagi didalam
surat Shaad, ayat 50 :
" (Yaitu) surga'Adn yang pintu - pintunya terbuka bagi mereka".
3. Surga Na'iim
Dalam Al Qur'an
surat al Hajj, ayat 56.
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menegaskan :
"Maka orang - orang beriman dan mengerjakan shaleh
ada di dalam surga yang penuh kenikmatan".
Firman-nya lagi dalam
surat Al Luqman, ayat 8 :
"Sesungguhnya orang - orang yang beriman dan mengerjakan
amal shaleh, bagi mereka bakal mendapat surga
yang penuh kenikmatan".
4. Surga Ma'wa
Banyak sekali didalam Al Qur'an dijelaskan, antara lain :
Surat As Sajdah, ayat 19
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan:
"Adapun orang - orang yang beriman dan
mengerjakan amal shaleh. maka bagi mereka mendapat
surga - surga tempat kediaman, merupakan pahala pada
apa yang telah mereka:kerjakan".
Firman-nya lagi didalam
surat An Naazi'aat, ayat 41:
"Maka sesungguhnya surga ma'walah tempat tinggal(nya)".
5. Surga Darussalam
Mengenai surga Darussalam ini,
telah banyak dijelaskan didalam Al Qur'an, diantaranya ialah :
Dalam surat Yunus, ayat 25 :
"Dan Allah meriyeru (manusia) ke Darussalam (yakni surga),
dan memimpin orang yang dikhendaki-nya kepada jalan yang lurus".
6. Surga Daarul Muqoomah
Sesuai dengan penegasan Allah Subhanahu wa Ta'ala
di dalam Al Qur'an,
surat Faathir, ayat 34-35:
"Dan berkatalah mereka : Segala puji bagi allah yang telah
mengapus (rasa) duka cita dari kami.
Sesungguhnya Tuhan kami adalah Maha Pengmpun lagi
Maha Mensyukuri: Yang memberi tempat kami di dalam tempat
yang kekal (surga) dan karunia-nya".
7. Surga maqoomul Amiin
Sesuai dangan penegasan Allah Subhanahu wa Ta'ala
didalam Al Qur'an,
surat Ad Dukhan, ayat 51:
"Sesungguhnya orang - orang yang bertawakal tinggal didalam
tempat yang aman (surga)".
8. Surga Khuldi
Di dalam Al Qur'an tepatnya
surat Al Furqaan, ayat 15,
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menegaskan :
"Katakanlah : "Apa (siksa) yang seperti itu yang baik, atau surga
yang kekal, yang telah dijanjikan kepada orang-orang
yang bertakwa, sebagai balasan dan kediaman kembali mereka".
3 PESAN MALAIKAT JIBRIL KEPADA NABI MUHAMMAD SAW

3 PESAN MALAIKAT JIBRIL KEPADA NABI MUHAMMAD SAW

Suatu ketika malaikat Jibril datang kepada Nabi saw, dan berpesan, Wahai Muhammad :
1.Hiduplah sesuka hatimu, tetapi ingatlah, bahwa sesunguhnya engkau akan mati.

2. Cintailah apa saja yang engkau kehendaki , tatapi ingatlah bahwa sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengan apa yang engkau cintai itu.

3. Berbuatlah apa saja yang engkau kehendaki, tetapi ingatlah, bahwa sesungguhnya engkau pasti akan mendapatkan balasan dari amal perbuatanmu itu.

Dari Sahl bin Sa’d berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﺃَﺗَﺎﻧِﻲ ﺟِﺒْﺮِﻳﻞُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﻋِﺶْ ﻣَﺎ ﺷِﺌْﺖَ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻣَﻴِّﺖٌ، ﻭَﺃَﺣْﺒِﺐْ ﻣَﻦْ ﺷِﺌْﺖَ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻣَﻔَﺎﺭِﻗُﻪُ، ﻭَﺍﻋْﻤَﻞْ ﻣَﺎ ﺷِﺌْﺖَ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻣَﺠْﺰِﻱٌّ ﺑِﻪِ، ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ : ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺷَﺮَﻑُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﻗِﻴَﺎﻣُﻪُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻭَﻋِﺰُّﻩُ ﺍﺳْﺘِﻐْﻨَﺎﺅُﻩُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ

“Jibril mendatangiku lalu berkata:
Wahai Muhammad, Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mat.
Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya.
Berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan.

Kemudian Jibril berkata:”Wahai Muhammad, Kemulian seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam).
Dan keperkasaannya adalah ketidak butuhannya terhadap manusia.” 
(HR. ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Ausath no 4278, Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyaa, al-Hakim dalam al-Mustadrak 7921 Hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 2/483).

Saudaraku, renungkan secara lebih mendalam tiga pesan malaikat Jibril tersebut dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih, sehingga dapat membuahkan mantapkan iman, giatkan beramal shalih dan tumbuh suburnya akhlak karimah...

Pesan yang diucapkan malaikat jibril kepada Nabi Muhamadd Saw..
Termasuk pesan untuk kita semua...
Semoga kita senantiasa mendapatkan hidayah dari Allah swt...Aamiin yaa Allah

TUJUAN HIDUP

TUJUAN HIDUP
                          Tuhan menciptakan alam untuk Muly, lantas untuk apa Muly diciptakan

Hidup artinya sesuatu yang bernyawa dapat  bergerak, tumbuh, membesar, dan berkembang.
Manusia adalah benda hidup yang disempurnakan oleh Allah dengan ilmu pengetahuan sehingga menjadi makhluk yang mulia.

Dengan ilmu pengetahuan dari Allah manusia dapat menciptakan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, misalnya manusia membuat sapu tentunya ada tujuannya yaitu sebagai alat kebersihan, manusia membuat pesawat terbang tentunya juga ada tujuannya yaitu sebagai alat transportasi

Alam semesta beserta seluruh isinya adalah makhluk ciptaan Allah Swt.
Allah menciptakan alam beserta isinya ini ada maksut dan tujuannya.
Sebenarnya untuk apa Allah menciptkan semua ini..?
Untuk apa kita hidup..?

Banyak orang bilang hidup untuk makan, hidup untuk meneruskan keturunan, hidup untuk berjuang, hidup untuk berkarya, dll
Manusia yang tidak mengerti apa maksut dan tujuan Allah menciptakan kita, mereka lupa akan adanya kematian, sebagian mereka menghabiskan waktu hidupnya berlama-lama untuk memancing, asyik internetan, memanjat gunung, mengumpulkan harta tanpa tau akan dikemanakan hartanya.

Untuk manjawab ketidak tahuan manusia, untuk apa dirinya diciptakan...?  untuk apa kita hidup..?
Allah tidak membiarkan kita menjawab sendiri, karena kalau manusia menjawab sendiri-sendiri akan mempunyai jawaban yang bermacam macam.

Allah membantu manusia untuk menjawabnya di dalam firmannya :
wamaa kholaqtul jinna wal innsana illa liyak buduun
"Tidaklah kuciptakan jin dan tidaklah kuciptakan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku" kata Allah.
Jadi tujuan utama kita hidup ini adalah untuk beribadah kepada Allah.
Yaitu mematuhi semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya lalu berbuat baik pada kedua orang tua, dan berbuat baik pada sesama.

Dalam menempuh kehidupannya manusia diberi petunjuk oleh Allah dengan al Qur'an yang disampaikan oleh Rasullullah Saw.
Lantas muncul pertanyaan kita mengapa hanya jin dan manusia saja yang di ingatkan tujuan hidupnya oleh Allah,,, ?

Mengapa malaikat dan lainnya tidak Allah sebutkan ?
jawabnya karena malaikat adalah makhluk yang patuh. Sedangkan ciptaan Allah yang lainnya seperti gunung, laut, bintang, tumbuhan, ikan, semut, dll semua bertasbih kepada Allah.

Dan hanya jin dan manusia saja yang diingatkan oleh Allah akan tujuan hidupnya.
Karena memang hanya 2 macam makhluk ini yang sering keluar dari rel jalannya atau yang suka membangkang.
Sehingga isi neraka nantipun penghuninya dipenuhi oleh golongan jin dan manusia yang tidak patuh pada Allah sang pencipta dan penguasa di alam ini.

Demikian tulisan saya tentang tujuan hidup di dunia, semoga tulisan ini dapat bermanfaat sehingga kita dapat mengisi sisa hidup ini dengan amal ibadah yang mengantarkan ke surga, aamiiin